Pages

Language

Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 27 Juli 2013

Kopi Arabika Bondowoso Menembus Pasar Eropa

Kopi arabika yang ditanam di lereng Kawah Gunung Ijen dan Gunung Raung, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, menembus pasar ekspor di beberapa negara Eropa seperti Swiss dan Belanda.

"Jumlah kopi arabika yang diekspor tahun ini mencapai 440 ton HS (horn skin/kulit tanduk) atau kalau dikonversi menjadi OC (green bean) mencapai 240 ton," kata Ketua Asosiasi Petani Kopi Indonesia, Sunarhum, di sela-sela acara Simposium Nasional Ekonomi Kopi di Universitas Jember, Kamis (8/11).

Sunarhum menjelaskan ekspor kopi arabika Bondowoso tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang mencapai 18 ton HS atau tiga kontainer pada pengiriman ekspor perdana. Peningkatan itu menyusul cukup tingginya permintaan pasar internasional.

"Baru-baru ini ada pembeli (buyers) dari Amerika Serikat yang memesan satu kontainer kopi arabika Bondowoso, dan tahun depan juga akan memesan satu kontainer lagi," ungkap Sunarhum.

Selain diekspor, lanjut dia, kopi Arabika Java Ijen-Raung juga diminati sejumlah kafe di Jabodetabek dan beberapa kota besar di Indonesia. Soalnya, kopi arabika Bondowoso memiliki rasa yang unik dan tidak tertandingi.

"Pemesanan kopi arabika di masing-masing kafe yang menyediakan kedai kopi bervariasi yakni 200 kilogram hingga 1,5 ton selama satu musim panen," ucap Sunarhum yang juga petani kopi Arabika Bondowoso itu.

Luas lahan kopi arabika yang dikelola rakyat di kawasan lereng Gunung Ijen dan Gunung Raung di Bondowoso, masih kata Sunarhum, mencapai sepuluh ribu hektare. Sementara jumlah produksi mencapai 500 kilogram hingga satu ton per hektare.

"Jumlah kelompok petani yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kopi Indonesia mencapai 30 kelompok, dengan masing-masing kelompok berjumlah 25-50 orang," paparnya.

Petani kopi arabika di Bondowoso itu dibina program 'kluster petani kopi' Bank Indonesia dan Puslit Kopi-Kakao Indonesia di Jember.

Dikutip dari Republika.co.id

Jumat, 26 Juli 2013

PERBEDAAN KOPI ARABIKA DAN ROBUSTA (ARABICA VS ROBUSTA)






KOPI ARABIKA (arabica coffee)
Kopi yang berasal  Brasil dan Etiopia menguasai 70 persen pasar kopi dunia. Kopi arabika memiliki banyak varietas, tergantung negara, iklim, dan tanah tempat kopi ditanam. Kita bisa menemukan  Java coffe, mandailing, kolumbia, brasilia, dan lain sebagainya. Antara kopi arabika yang satu dan yang lain punya perbedaan rasa, dari rasa manis dan lembut hingga rasa kuat dan tajam.

Berikut ciri-ciri kopi Arabika:

·  Memiliki rasa asam yang tidak dimiliki oleh kopi jenis robusta.

·  Memiliki bodi atau rasa kental saat disesap di mulut.

·  Rasa kopi arabika lebih mild atau halus.

·  Terkenal pahit.


Ciri-ciri Pohon Arabika:

·   Lebih susah dipelihara.

·   Cenderung tumbuh di daratan tinggi (1000m - 2000m).

·   Jumlah biji kopi yang dihasilkan lebih rendah.

·   Butuh waktu 9 bulan untuk proses bunga menjadi buah.

·   Berbuah di suhu yang lebih dingin.


KOPI ROBUSTA
Menguasai 30 persen pasar dunia. Kopi ini tersebar di luar Kolumbia, seperti di Indonesia dan Filipina. Sama seperti arabika, kondisi tanah, iklim, dan proses pengemasan kopi ini akan berbeda untuk setiap negara dan menghasilkan rasa yang sedikit banyak juga berbeda.

Robusta memiliki variasi rasa netral sampai tajam dan sering dianggap memiliki rasa seperti gandum

Ciri-ciri kopi robusta:

·   Memiliki rasa yang lebih seperti cokelat.

·   Bau yang dihasilkan khas dan manis.

·   Warnanya bervariasi sesuai dengan cara pengolahan.

·   Memiliki tekstur yang lebih kasar dari arabika.


Ciri - ciri Pohon Robusta:

·    Lebih rentan diserang serangga

·    Tumbuh di daratan rendah (700m)

·    Jumlah biji kopi yang dihasilkan lebih tinggi

·    Butuh wakru 10-11 bulan untuk proses bunga menjadi buah

·    Berbuah di suhu udara yang lebih hangat.

Demikian sedikit ulasan kami, semoga bermanfaat

Salam Kopi Luwak "Double Top"

Dikutip dari berbagai sumber

KOPI ARABIKA DAN PENYEBARANNYA DI INDONESIA



Kopi Arabika (Coffea arabica) diduga pertama kali diklasifikasikan oleh seorang ilmuwan Swedia bernama Carl Linnaeus (Carl von Linn̩) pada tahun 1753. Jenis Kopi yang memiliki kandungan kafein sebasar 0.8-1.4% ini awalnya berasal dari Brasil dan Etiopia. Arabika atau Coffea arabica merupakan Spesies kopi pertama yang ditemukan dan dibudidayakan manusia hingga sekarang. Kopi arabika tumbuh di daerah di ketinggian 700-1700 m dpl dengan suhu 16-20ʡC, beriklim kering tiga bulan secara berturut-turut. Jenis kopi arabika sangat rentan terhadap serangan penyakit karat daun Hemileia vastatrix (HV), terutama bila ditanam di daerah dengan elevasi kurang dari 700 m, sehingga dari segi perawatan dan pembudayaan kopi arabika memang butuh perhatian lebih dibanding kopi Robusta atau jenis kopi lainnya. Kopi arabika saat ini telah menguasai sebagian besar pasar kopi dunia dan harganya jauh lebih tinggi daripada jenis kopi lainnya.
Penyebaran tumbuhan kopi ke Indonesia dibawa seorang berkebangsaan Belanda pada abad ke-17 sekitar tahun 1646 yang mendapatkan biji arabika mocca dari Arabia ke Jakarta. Kopi arabika pertama-tama ditanam dan dikembangkan di sebuah tempat di timur Jatinegara, yang menggunakan tanah partikelir Kesawung yang kini lebih dikenal Pondok Kopi.

Di Indonesia penyebaran tumbuhan kopi pada awalnya dibawa seorang berkebangsaan Belanda pada abad ke-17 sekitar tahun 1646 yang mendapatkan biji arabika mocca dari Arabia ke Jakarta. Kopi arabika pertama-tama ditanam dan dikembangkan di sebuah tempat di timur Jatinegara, yang menggunakan tanah partikelir Kesawung yang kini lebih dikenal Pondok Kopi.

Kemudian kopi arabika menyebar ke berbagai daerah di Jawa Barat, seperti Bogor, Sukabumi, Banten, dan Priangan, melalui sistem tanam paksa. Setelah menyebar ke Pulau Jawa, tanaman kopi kemudian menyebar ke daerah lain, seperti Pulau Sumatera, Sulawesi, Bali, dan Timor. “Bahkan kopi arabika yang semula ditanam di Brasil (negara produsen kopi terbesar di dunia) konon bibitnnya berasal dari Pulau Jawa,” ungkap Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Jawa Timur Mudrig Yahmadi.
 
Dalam sejarahnya, Indonesia bahkan pernah menjadi produsen kopi arabika terbesar di dunia, walaupun tidak lama akibat munculnya serangan hama karat daun. Serangan hama yang disebabkan cendawan hemileia vastatrix tersebut menyerang tanaman kopi di Indonesia sekitar abad ke-19.

Meskipun demikian, sisa tanaman kopi arabika masih dijumpai di kantong penghasil kopi di Indonesia, antara lain dataran tinggi Ijen (perbatasan Situbondo-Bondowoso Jawa Timur), tanah tinggi Toraja (Sulsel), serta lereng bagian atas pegunungan Bukit Barisan (Sumatera), seperti Mandailing, Lintong dan Sidikalang (Sumut) serta dataran tinggi Gayo (DI Aceh).

Demikian sedikit ulasan kami, semoga bermanfaat

Salam kopi Luwak "Double Top"

dikutip dari berbagai sumber

Kamis, 18 Juli 2013

KEUNGGULAN KOPI LUWAK DI BANDING KOPI BIASA


Terkenal sebagai "The Most Expensive Coffee in the world”, biji kopi yang telah dimakan hewan musang (luwak) yang baisa disebut sebagai kopi luwak ternyata memiliki kelebihan dibanding kopi biasa. Berikut ini kelebihan Kopi Luwak :

  1. Kandungan asam Kopi Luwak rendah sehingga aman untuk penderita maag.
  2. Kandungan kafein Kopi Luwak rendah sehingga tidak begitu membahayakan penderita jantung.
  3. Kandungan protein Kopi Luwak rendah sehingga bisa mendukung program diet rendah protein.
  4. Tidak pahit dibanding dengan kopi biasa sehingga meningkatkan cita rasa Kopi Luwak.
  5. Kopi Luwak lebih kental dan padat dibanding kopi biasa.
  6. Kopi Luwak memiliki aroma wangi yang diakibatkan oleh enzim proteolitik.
  7. Kopi Luwak dapat meningkatkan vitalitas dan stamina.
  8. Kopi Luwak dapat meningkatkan kinerja otak sehingga dapat mengurangi resiko kepikunan dan parkinson.
Demikian sedikit ulasan kami, semoga bermanfaat dan jangan lupa order kopi luwak "double top"

Salam Kopi Luwak 

dikutip dari berbagai sumber
  


Rabu, 03 Juli 2013

KANDUNGAN KOPI DAN MANFAATNYA

Kopi terkenal akan kandungan kafeinnya yang tinggi. Kafein sendiri merupakan senyawa hasil metabolisme sekunder golongan alkaloid dari tanaman kopi dan memiliki rasa yang pahit. Berbagai efek kesehatan dari kopi pada umumnya terkait dengan aktivitas kafein di dalam tubuh. Peranan utama kafein ini di dalam tubuh adalah meningkatan kerja psikomotor sehingga tubuh tetap terjaga dan memberikan efek fisiologis berupa peningkatan energi. Efeknya ini biasanya baru akan terlihat beberapa jam kemudian setelah mengonsumsi kopi. dan biji cokelat. 

Kafein tidak hanya dapat ditemukan pada tanaman kopi, tetapi juga terdapat pada daun teh.
Kandungan kafein dalam berbagai sumber minuman :

Secangkir kopi 85 mg.
Secangkir teh 35 mg.
Minuman berkarbonasi 35 mg.
Minuman berenergi 50 mg.

Prosentasi cafein dari sumbernya :

Kopi instan 2,8 - 5,0% 
Kopi moka 1,00% 
Kopi robusta 1,48% 
Kopi arabika 1.10 % 

Batas aman konsumsi kafein yang masuk ke dalam tubuh perharinya adalah 100-150 mg. Dengan jumlah ini, tubuh sudah mengalami peningkatan aktivitas yang cukup untuk membuatnya tetap terjaga. 

Selama proses pembuatan kopi, banyak kafein yang hilang karena rusak ataupun larut dalam air perebusan. Di samping itu, pada beberapa kasus pengurangan kadar kafein justru dilakukan untuk disesuaikan dengan tingkat kesukaan konsumen terhadap rasa pahit dari kopi. Metode yang umum dipakai untuk hal ini adalah Swiss Water Process. Prinsip kerjanya adalah dengan menggunakan uap air panas dan uap untuk mengekstraksi kafein dari dalam biji kopi. 

Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan pada era ini juga telah memungkinkan implementasi bioteknologi dalam proses pengurangan kadar kafein. Cara ini dilakukan dengan menggunakan senyawa theophylline yang dilekatkan pada bakteri untuk menghancurkan struktur kafein. Peranan dalam tubuh Kandungan kafein dalam kopi memiliki efek yang beragam pada setiap manusia. Beberapa orang akan mengalami efeknya secara langsung, sedangkan orang lain tidak merasakannya sama sekali. Hal ini terkait dengan sifat genetika yang dimiliki masing-masing individu terkait dengan kemampuan metabolisme tubuh dalam mencerna kafein. 
Metabolisme kafein terjadi dengan bantuan enzim sitokrom P450 1A2 (CYP1A2). 
Terdapat 2 tipe enzim, yaitu CYP1A2-1 dan CYP1A2-2. Orang yang memiliki enzim CYP1A2-1 mampu mematabolisme kafein dengan cepat dan efisien sehingga efek dari kafein dapat dirasakan secara nyata. Enzim CYP1A2-2 memiliki laju metabolisme kafein yang lambat sehingga kebanyakan orang dengan tipe ini tidak merasakan efek kesehatan dari kafein dan bahkan cenderung menimbulkan efek yang negatif. 

Apakah minum kopi selalu berdampak negatif? 

Banyak isu yang berkembang mengenai efek negatif meminum kopi bagi tubuh, seperti meningkatnya risiko terkena kanker, diabetes melitus tipe 2, insomnia, penyakit jantung, dan kehilangan konsentrasi. Beberapa penelitian justru menyingkapkan hal sebaliknya. Kandungan kafein yang terdapat di dalam kopi ternyata mampu menekan pertumbuhan sel kanker secara bertahap. Selain itu, kafein mampu menurunkan risiko terkena diabetes melitus tipe 2 dengan cara menjaga sensitivitas tubuh terhadap insulin. Kafein dalam kopi juga telah terbukti mampu mencegah penyakit serangan jantung. Pada beberapa kasus, konsumsi kopi juga dapat membuat tubuh tetap terjaga dan meningkatkan konsentrasi walau tidak signifikan. Di bidang olahraga, kopi banyak dikonsumsi oleh para atlet sebelum bertanding karena senyawa aktif di dalam kopi mampu meningkatkan metabolisme energi, terutama untuk memecahkan glikogen (gula cadangan dalam tubuh). Selain kafein, kopi juga mengandung senyawa antioksidan dalam jumlah yang cukup banyak. Adanya antioksidan dapat membantu tubuh dalam menangkal efek pengrusakan oleh senyawa radikal bebas, seperti kanker, diabetes, dan penurunan respon imun. Beberapa contoh senyawa antioksidan yang terdapat di dalam kopi adalah polifenol, flavonoid, proantosianidin, kumarin, asam klorogenat, dan tokoferol. Dengan perebusan, aktivitas antioksidan ini dapat ditingkatkan. 

Jadi, jangan takut minum kopi. Asal tidak berlebihan. 

Salam Double Top Coffee

(dikutip dari berbagai sumber)

Sabtu, 29 Juni 2013

JENIS KOPI

Sebagai orang Indonesia, tidak afdol kalau belum minum kopi, tapi apakah kita semua tahu jenis kopi apa saja yang kita minum. Saya akan mencoba mengulasnya sedikit yang saya kutip dari buku "KOPI, Panduan Budidaya dan Pengolahan" karya Pudji Rahardjo.
Inilah jenis-jenis kopi yang ada di Indonesia Kita tercinta :

1.  KOPI ARABIKA
Merupakan kopi yang memiliki nilai ekonomis paling tinggi di dunia termasuk Indonesia. Kopi Arabika memiliki kualitas cita rasa yang tinggi dan kadar kafein lebih rendah dari jenis kopi lainnya sehingga harganya lebih mahal.
Kelemahan Kopi Arabika adalah kurang tahan terhadap penyakit karat daun, sehingga areal kebun Kopi Arabika terbatas pada areal dataran tinggi diatas 1.000 mdpl agar tidak terserang penyakit karat daun. Diantara perkebunan Kopi Arabika terdapat di kaki pegunungan Ijen yaitu di Kayumas Kab. Situbondo dan Kluncing Kab. Bondowoso.

2.  KOPI ROBUSTA
Kopi Robustas nilai ekonomisnya masih di bawah Kopi Arabica, akan tetapi karena lebih tahan terhadap penyakit karat daun maka kopi jenis ini memiliki luas areal kebun paling luas di Indonesia
3.  KOPI LIBERIKA

Berasal dari daerah sekitar Monrevia dan Liberia dan didatangkan ke Indonesia pada tahun 1875 untuk mengatasi penyakit karat daun dan  ternyata peka. Kopi Jenis ini sangat subur di daerah kelembaban tinggi dan panas
Kopi jenis ini kurang disukai lantaran rasanya terlalu asam dan lebih pahit, sehingga kopi jenis ini kurang berkembang di pasaran.

4.  KOPI EKSELSA


Semua kopi jenis ini kurang digemari konsumen karena cita rasanya yang terlalu asam dan pahit, umumnya tanaman kopi yang satu ini ditanam hanya untuk batang bawah karena daya adaptibilitasnya pada konsisi lahan marginal dan tahan terhadap nematoda. Tanaman Kopi Ekselsa dapat tumbuh didaerah agak panas dan kering, umumnya ditanam dengan tingkat perawatan yang sederhana dan tanpa dipangkas.
                   Sekarang ini, Kopi Ekselsa mulai dikembangkan sebagai kopi specialty.

Demikian ulasan saya, semoga bermanfaat. 
Salam Kopi Luwak "Double Top"

Dikutip dari berbagai sumber.

Rabu, 26 Juni 2013

CARA ORDER

Untuk Pemesanan kontak kami di :



082 301 095 528 (WA)

082 330 731 642 (WA)

 
749BE1A3



Ofiice :

RT 06 / RW 04 Kel. Dawuhan Kec. Situbondo
Situbondo - Jawa Timur - Indonesia


Kirim pesan dilengkapi keterangan sebagai berikut :
  1. Nama.
  2. Alamat Lengkap.
  3. Keterangan Kopi yang dipesan.
  4. Kami akan membalas hrs ditranfer ke mana uangnya.
  5. Setelah anda transfer, mohon konfirmasi ke nmr tersebut diatas.
  6. Kopi akan kami kirim melalui :









KEPUASAN ANDA
PRIORITAS KAMI
 

KOPI "DOUBLE TOP"

KOPI  "DOUBLE TOP"
Roasted Bean (Kopi Sangrai)

OFFICE :

RT 06/ RW 04 KEL. DAWUHAN KEC. SITUBONDO KAB. SITUBONDO PROV. JAWA TIMUR INDONESIA QUICK RESPON CALL/SMS KE : Dewi Ayuning 082 301 095 528 PIN BB : 749BE1A3

KOPI "DOUBLE TOP"

KOPI  "DOUBLE TOP"
Berbagai Produk

Kontak Kami

Nama

Email *

Pesan *