Sabtu, 27 Juli 2013
Kopi Arabika Bondowoso Menembus Pasar Eropa
Kopi arabika yang ditanam di lereng Kawah Gunung Ijen dan Gunung Raung,
Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, menembus pasar ekspor di beberapa
negara Eropa seperti Swiss dan Belanda.
Jumat, 26 Juli 2013
PERBEDAAN KOPI ARABIKA DAN ROBUSTA (ARABICA VS ROBUSTA)
KOPI ARABIKA (arabica
coffee)
Kopi yang berasal Brasil dan Etiopia menguasai 70 persen pasar kopi dunia. Kopi arabika memiliki banyak varietas, tergantung negara, iklim, dan tanah tempat kopi ditanam. Kita bisa menemukan Java coffe, mandailing, kolumbia, brasilia, dan lain sebagainya. Antara kopi arabika yang satu dan yang lain punya perbedaan rasa, dari rasa manis dan lembut hingga rasa kuat dan tajam.
Berikut ciri-ciri kopi Arabika:
Kopi yang berasal Brasil dan Etiopia menguasai 70 persen pasar kopi dunia. Kopi arabika memiliki banyak varietas, tergantung negara, iklim, dan tanah tempat kopi ditanam. Kita bisa menemukan Java coffe, mandailing, kolumbia, brasilia, dan lain sebagainya. Antara kopi arabika yang satu dan yang lain punya perbedaan rasa, dari rasa manis dan lembut hingga rasa kuat dan tajam.
Berikut ciri-ciri kopi Arabika:
· Memiliki rasa asam yang
tidak dimiliki oleh kopi jenis robusta.
· Memiliki bodi atau rasa
kental saat disesap di mulut.
· Rasa kopi arabika lebih
mild atau halus.
· Terkenal pahit.
Ciri-ciri Pohon Arabika:
· Lebih susah dipelihara.
· Cenderung tumbuh di
daratan tinggi (1000m - 2000m).
·
Jumlah biji kopi yang
dihasilkan lebih rendah.
· Butuh waktu 9 bulan untuk
proses bunga menjadi buah.
· Berbuah di suhu yang lebih
dingin.
KOPI ROBUSTA
Menguasai 30 persen pasar dunia. Kopi ini tersebar di luar Kolumbia, seperti di Indonesia dan Filipina. Sama seperti arabika, kondisi tanah, iklim, dan proses pengemasan kopi ini akan berbeda untuk setiap negara dan menghasilkan rasa yang sedikit banyak juga berbeda.
Menguasai 30 persen pasar dunia. Kopi ini tersebar di luar Kolumbia, seperti di Indonesia dan Filipina. Sama seperti arabika, kondisi tanah, iklim, dan proses pengemasan kopi ini akan berbeda untuk setiap negara dan menghasilkan rasa yang sedikit banyak juga berbeda.
Robusta
memiliki variasi rasa netral sampai tajam dan sering dianggap memiliki rasa
seperti gandum
Ciri-ciri kopi robusta:
Ciri-ciri kopi robusta:
· Memiliki rasa yang lebih
seperti cokelat.
· Bau yang dihasilkan khas
dan manis.
· Warnanya bervariasi sesuai
dengan cara pengolahan.
· Memiliki tekstur yang
lebih kasar dari arabika.
Ciri - ciri Pohon Robusta:
· Lebih rentan diserang
serangga
· Tumbuh di daratan rendah
(700m)
· Jumlah biji kopi yang
dihasilkan lebih tinggi
· Butuh wakru 10-11 bulan
untuk proses bunga menjadi buah
· Berbuah di suhu udara yang
lebih hangat.
Demikian sedikit ulasan kami, semoga bermanfaat
Salam Kopi Luwak "Double Top"
Dikutip dari berbagai sumber
KOPI ARABIKA DAN PENYEBARANNYA DI INDONESIA
Kopi Arabika (Coffea arabica) diduga pertama kali diklasifikasikan oleh seorang ilmuwan Swedia bernama Carl Linnaeus (Carl von Linné) pada tahun 1753. Jenis Kopi yang memiliki kandungan kafein sebasar 0.8-1.4% ini awalnya berasal dari Brasil dan Etiopia. Arabika atau Coffea arabica
merupakan Spesies kopi pertama yang ditemukan dan dibudidayakan manusia
hingga sekarang. Kopi arabika tumbuh di daerah di ketinggian 700-1700 m
dpl dengan suhu 16-20 °C, beriklim kering tiga bulan secara berturut-turut. Jenis kopi arabika sangat rentan terhadap serangan penyakit karat daun Hemileia vastatrix (HV), terutama bila ditanam di daerah dengan elevasi kurang dari 700 m, sehingga dari segi perawatan dan pembudayaan kopi arabika memang butuh perhatian lebih dibanding kopi Robusta
atau jenis kopi lainnya. Kopi arabika saat ini telah menguasai sebagian
besar pasar kopi dunia dan harganya jauh lebih tinggi daripada jenis
kopi lainnya.
Penyebaran tumbuhan kopi ke Indonesia dibawa seorang berkebangsaan
Belanda pada abad ke-17 sekitar tahun 1646 yang mendapatkan biji arabika
mocca dari Arabia ke Jakarta. Kopi arabika pertama-tama ditanam dan
dikembangkan di sebuah tempat di timur Jatinegara, yang menggunakan
tanah partikelir Kesawung yang kini lebih dikenal Pondok Kopi.
Di Indonesia penyebaran tumbuhan kopi pada awalnya dibawa seorang berkebangsaan
Belanda pada abad ke-17 sekitar tahun 1646 yang mendapatkan biji arabika
mocca dari Arabia ke Jakarta. Kopi arabika pertama-tama ditanam dan
dikembangkan di sebuah tempat di timur Jatinegara, yang menggunakan
tanah partikelir Kesawung yang kini lebih dikenal Pondok Kopi.
Kemudian kopi arabika menyebar ke
berbagai daerah di Jawa Barat, seperti Bogor, Sukabumi, Banten, dan
Priangan, melalui sistem tanam paksa. Setelah menyebar ke Pulau Jawa,
tanaman kopi kemudian menyebar ke daerah lain, seperti Pulau Sumatera,
Sulawesi, Bali, dan Timor. “Bahkan kopi arabika yang semula ditanam di
Brasil (negara produsen kopi terbesar di dunia) konon bibitnnya berasal
dari Pulau Jawa,” ungkap Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Asosiasi
Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Jawa Timur Mudrig Yahmadi.
Dalam sejarahnya, Indonesia bahkan
pernah menjadi produsen kopi arabika terbesar di dunia, walaupun tidak
lama akibat munculnya serangan hama karat daun. Serangan hama yang
disebabkan cendawan hemileia vastatrix tersebut menyerang tanaman kopi di Indonesia sekitar abad ke-19.
Meskipun demikian, sisa tanaman kopi
arabika masih dijumpai di kantong penghasil kopi di Indonesia, antara
lain dataran tinggi Ijen (perbatasan Situbondo-Bondowoso Jawa Timur), tanah tinggi Toraja (Sulsel), serta
lereng bagian atas pegunungan Bukit Barisan (Sumatera), seperti
Mandailing, Lintong dan Sidikalang (Sumut) serta dataran tinggi Gayo (DI
Aceh).
Demikian sedikit ulasan kami, semoga bermanfaat
Salam kopi Luwak "Double Top"
dikutip dari berbagai sumber
Kamis, 18 Juli 2013
KEUNGGULAN KOPI LUWAK DI BANDING KOPI BIASA
Terkenal sebagai "The Most Expensive Coffee in the world”, biji kopi yang telah dimakan hewan musang (luwak) yang baisa disebut sebagai kopi luwak ternyata memiliki kelebihan dibanding kopi biasa. Berikut ini kelebihan Kopi Luwak :- Kandungan asam Kopi Luwak rendah sehingga aman untuk penderita maag.
- Kandungan kafein Kopi Luwak rendah sehingga tidak begitu membahayakan penderita jantung.
- Kandungan protein Kopi Luwak rendah sehingga bisa mendukung program diet rendah protein.
- Tidak pahit dibanding dengan kopi biasa sehingga meningkatkan cita rasa Kopi Luwak.
- Kopi Luwak lebih kental dan padat dibanding kopi biasa.
- Kopi Luwak memiliki aroma wangi yang diakibatkan oleh enzim proteolitik.
- Kopi Luwak dapat meningkatkan vitalitas dan stamina.
- Kopi Luwak dapat meningkatkan kinerja otak sehingga dapat mengurangi resiko kepikunan dan parkinson.
Demikian sedikit ulasan kami, semoga bermanfaat dan jangan lupa order kopi luwak "double top"
Salam Kopi Luwak
dikutip dari berbagai sumber
Rabu, 03 Juli 2013
KANDUNGAN KOPI DAN MANFAATNYA
Kopi terkenal akan kandungan kafeinnya yang tinggi. Kafein sendiri merupakan senyawa hasil metabolisme sekunder golongan alkaloid dari tanaman kopi dan memiliki rasa yang pahit. Berbagai efek kesehatan dari kopi pada umumnya terkait dengan aktivitas kafein di dalam tubuh. Peranan utama kafein ini di dalam tubuh adalah meningkatan kerja psikomotor sehingga tubuh tetap terjaga dan memberikan efek fisiologis berupa peningkatan energi. Efeknya ini biasanya baru akan terlihat beberapa jam kemudian setelah mengonsumsi kopi. dan biji cokelat.
Kafein tidak hanya dapat ditemukan pada tanaman kopi, tetapi juga terdapat pada daun teh.
Kandungan kafein dalam berbagai sumber minuman :
Secangkir kopi 85 mg.
Secangkir teh 35 mg.
Minuman berkarbonasi 35 mg.
Minuman berenergi 50 mg.
Prosentasi cafein dari sumbernya :
Kopi instan 2,8 - 5,0%
Kopi moka 1,00%
Kopi robusta 1,48%
Kopi arabika 1.10 %
Batas aman konsumsi kafein yang masuk ke dalam tubuh perharinya adalah 100-150 mg. Dengan jumlah ini, tubuh sudah mengalami peningkatan aktivitas yang cukup untuk membuatnya tetap terjaga.
Selama proses pembuatan kopi, banyak kafein yang hilang karena rusak ataupun larut dalam air perebusan. Di samping itu, pada beberapa kasus pengurangan kadar kafein justru dilakukan untuk disesuaikan dengan tingkat kesukaan konsumen terhadap rasa pahit dari kopi. Metode yang umum dipakai untuk hal ini adalah Swiss Water Process. Prinsip kerjanya adalah dengan menggunakan uap air panas dan uap untuk mengekstraksi kafein dari dalam biji kopi.
Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan pada era ini juga telah memungkinkan implementasi bioteknologi dalam proses pengurangan kadar kafein. Cara ini dilakukan dengan menggunakan senyawa theophylline yang dilekatkan pada bakteri untuk menghancurkan struktur kafein.
Peranan dalam tubuh
Kandungan kafein dalam kopi memiliki efek yang beragam pada setiap manusia. Beberapa orang akan mengalami efeknya secara langsung, sedangkan orang lain tidak merasakannya sama sekali. Hal ini terkait dengan sifat genetika yang dimiliki masing-masing individu terkait dengan kemampuan metabolisme tubuh dalam mencerna kafein.
Metabolisme kafein terjadi dengan bantuan enzim sitokrom P450 1A2 (CYP1A2).
Terdapat 2 tipe enzim, yaitu CYP1A2-1 dan CYP1A2-2. Orang yang memiliki enzim CYP1A2-1 mampu mematabolisme kafein dengan cepat dan efisien sehingga efek dari kafein dapat dirasakan secara nyata. Enzim CYP1A2-2 memiliki laju metabolisme kafein yang lambat sehingga kebanyakan orang dengan tipe ini tidak merasakan efek kesehatan dari kafein dan bahkan cenderung menimbulkan efek yang negatif.
Apakah minum kopi selalu berdampak negatif?
Banyak isu yang berkembang mengenai efek negatif meminum kopi bagi tubuh, seperti meningkatnya risiko terkena kanker, diabetes melitus tipe 2, insomnia, penyakit jantung, dan kehilangan konsentrasi. Beberapa penelitian justru menyingkapkan hal sebaliknya. Kandungan kafein yang terdapat di dalam kopi ternyata mampu menekan pertumbuhan sel kanker secara bertahap. Selain itu, kafein mampu menurunkan risiko terkena diabetes melitus tipe 2 dengan cara menjaga sensitivitas tubuh terhadap insulin. Kafein dalam kopi juga telah terbukti mampu mencegah penyakit serangan jantung. Pada beberapa kasus, konsumsi kopi juga dapat membuat tubuh tetap terjaga dan meningkatkan konsentrasi walau tidak signifikan. Di bidang olahraga, kopi banyak dikonsumsi oleh para atlet sebelum bertanding karena senyawa aktif di dalam kopi mampu meningkatkan metabolisme energi, terutama untuk memecahkan glikogen (gula cadangan dalam tubuh).
Selain kafein, kopi juga mengandung senyawa antioksidan dalam jumlah yang cukup banyak. Adanya antioksidan dapat membantu tubuh dalam menangkal efek pengrusakan oleh senyawa radikal bebas, seperti kanker, diabetes, dan penurunan respon imun. Beberapa contoh senyawa antioksidan yang terdapat di dalam kopi adalah polifenol, flavonoid, proantosianidin, kumarin, asam klorogenat, dan tokoferol. Dengan perebusan, aktivitas antioksidan ini dapat ditingkatkan.
Jadi, jangan takut minum kopi. Asal tidak berlebihan.
Salam Double Top Coffee
(dikutip dari berbagai sumber)
Sabtu, 29 Juni 2013
JENIS KOPI
Sebagai orang Indonesia, tidak afdol kalau belum minum kopi, tapi apakah kita semua tahu jenis kopi apa saja yang kita minum. Saya akan mencoba mengulasnya sedikit yang saya kutip dari buku "KOPI, Panduan Budidaya dan Pengolahan" karya Pudji Rahardjo.
Inilah jenis-jenis kopi yang ada di Indonesia Kita tercinta :
Semua kopi jenis ini kurang digemari konsumen karena cita rasanya yang terlalu asam dan pahit, umumnya tanaman kopi yang satu ini ditanam hanya untuk batang bawah karena daya adaptibilitasnya pada konsisi lahan marginal dan tahan terhadap nematoda. Tanaman Kopi Ekselsa dapat tumbuh didaerah agak panas dan kering, umumnya ditanam dengan tingkat perawatan yang sederhana dan tanpa dipangkas.
Sekarang
ini, Kopi Ekselsa mulai dikembangkan sebagai kopi specialty.
Demikian ulasan saya, semoga bermanfaat.
Salam Kopi Luwak "Double Top"
Dikutip dari berbagai sumber.
Inilah jenis-jenis kopi yang ada di Indonesia Kita tercinta :
Merupakan kopi yang memiliki nilai ekonomis paling
tinggi di dunia termasuk Indonesia. Kopi Arabika memiliki kualitas cita rasa
yang tinggi dan kadar kafein lebih rendah dari jenis kopi lainnya sehingga
harganya lebih mahal.
Kelemahan Kopi Arabika adalah kurang tahan terhadap
penyakit karat daun, sehingga areal kebun Kopi Arabika terbatas pada areal
dataran tinggi diatas 1.000 mdpl agar tidak terserang penyakit karat daun. Diantara
perkebunan Kopi Arabika terdapat di kaki pegunungan Ijen yaitu di Kayumas Kab.
Situbondo dan Kluncing Kab. Bondowoso.
2. KOPI ROBUSTA
Kopi Robustas nilai ekonomisnya masih di
bawah Kopi Arabica, akan tetapi karena lebih tahan terhadap penyakit karat daun
maka kopi jenis ini memiliki luas areal kebun paling luas di Indonesia
Berasal dari daerah sekitar Monrevia
dan Liberia dan didatangkan ke Indonesia pada tahun 1875 untuk mengatasi
penyakit karat daun dan ternyata peka. Kopi
Jenis ini sangat subur di daerah kelembaban tinggi dan panas
Kopi jenis ini kurang disukai lantaran
rasanya terlalu asam dan lebih pahit, sehingga kopi jenis ini kurang berkembang
di pasaran.
4. KOPI EKSELSA
Semua kopi jenis ini kurang digemari konsumen karena cita rasanya yang terlalu asam dan pahit, umumnya tanaman kopi yang satu ini ditanam hanya untuk batang bawah karena daya adaptibilitasnya pada konsisi lahan marginal dan tahan terhadap nematoda. Tanaman Kopi Ekselsa dapat tumbuh didaerah agak panas dan kering, umumnya ditanam dengan tingkat perawatan yang sederhana dan tanpa dipangkas.
Demikian ulasan saya, semoga bermanfaat.
Salam Kopi Luwak "Double Top"
Dikutip dari berbagai sumber.
Rabu, 26 Juni 2013
CARA ORDER
Untuk Pemesanan kontak kami di :
082 301 095 528 (WA)
082 330 731 642 (WA)
749BE1A3
Ofiice :
RT 06 / RW 04 Kel. Dawuhan Kec. Situbondo
Situbondo - Jawa Timur - Indonesia
Kirim pesan dilengkapi keterangan sebagai berikut :

082 301 095 528 (WA)
082 330 731 642 (WA)
749BE1A3
Ofiice :
RT 06 / RW 04 Kel. Dawuhan Kec. Situbondo
Situbondo - Jawa Timur - Indonesia
Kirim pesan dilengkapi keterangan sebagai berikut :
- Nama.
- Alamat Lengkap.
- Keterangan Kopi yang dipesan.
- Kami akan membalas hrs ditranfer ke mana uangnya.
- Setelah anda transfer, mohon konfirmasi ke nmr tersebut diatas.
- Kopi akan kami kirim melalui :
PRIORITAS KAMI
Langganan:
Postingan (Atom)











